Postingan

Berani Punya Cita-cita harus berani menderita

seorang teman tidak sepakat dengan kata-kata itu dan mengatakan bahwa cita cita itu bukan ditebus dengan penderitaan akan tetapi dengan perjuangan. timbul di benak apakah eufimisme (penghalusan) bahasa akan berpengaruh besar ke dalam ranah realitas yang kita jalani. apakah hal itu akan mengubah semangat, motivasi, dan sikap kita dalam melihat main frame dunia yang ada di depan kita. memang segala kunci aktifitas adalah di pikiran akan tetapi pikiran akan mengabsorbsi tekanan yang berasal dari lingkungan dan kemudian mengkonversinya ke dalam tindakan untuk menjawab dan merespon segala hal yang terjadi di lingkungan. katakanlah yang sejujurnya walaupun itu buruk, walaupun itu pahit, walaupun itu pedih. karena sesungguhnya sebelum semua terjadi kita dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang. Keinginan untuk bercita-cita, keinginan untuk bahagia, adalah sumber penderitaan. karena perjalanan untuk mencapai itu semua membutuhkan proses perjalanan dari satu titik ke titik lainnya. e...

detik itu

kata orang jangan pernah meninggalkan pekerjaan yang bisa kau selesaikan hari ini. dan saya merasakan rasa itu sekarang .. pekerjaan semua menumpuk di satu waktu. permasalahannya bukan hanya deadline dan kesulitan kerja tapi sampai pada apa yang harus dikerjakan terlebih dahulu. pada akhirnya tak ada satupun pekerjaan yang dapat saya lakukan hari itu, yang dikerjakan hanyalah mengatur jadwal untuk menyelesaikan pekerjaan itu satu demi satu.. dan menyertakan alasan mengapa saya harus mengerjakannya lebih dahulu. kadang saya selalu ingin punya hidup yang sederhana saja.. mengerjakan sesuatu yang berulang dari waktu ke waktu ... seperti halnya sisipus yang selalu mengangkat batu ke atas bukit dan kemudian menjatuhkannya lagi.. itulah hidup sebenarnya.. butuh konsistensi dan selalu berulang. toh kehidupan ini cuma sementara. lalu timbul pertanyaan lain dalam pikiran.. apa gunanya hidup. pikiran itu berhenti pada titik penghargaan. seperti halnya penghargaan .. kita tidak akan pernah subjek...

Dunia Lain

Dunia ini terlalu bulat untuk di tapaki sepenuhnya, saking bulatnya kita tidak pernah tau yang mana ujung dan yang mana pangkal. yang kita tahu cuma siang dan malam serta jarum jam yang berputar di angka itu itu saja. sementara, sel-sel dalam tubuh kita terus berkembang, mati dan beregenerasi. Jiwa kita mungkin abadi namun tubuh ini mortal dan akan berhenti bekerja suatu waktu. beruntung jika dalam masa pakainya tidak ada onderdil yang harus direparasi. namun harapan tidak akan menyelesaikan suatu masalah apapun. berharap adalah seperti menunggu sebuah keajaiban turun dari langit. dapat dipastikan peluangnya 10:990. mungkin, ada baiknya memanfaatkan tubuh ini sebelum waktu pakainya berakhir. kurangi tidur, perbanyak mem"baca", dan terus berkarya... I just Take it OUT DJ ^^

Nggak Tau Mau Nulis APA!

jejak malam masih menunggu di sepanjang jalan, napasnya terengah-engah seakan lelah dikejar nasib. Dia tidak tahu nasib seperti apa yang mengejarnya entah baik atau buruk. entah terbesit dari mana pikiran itu. Dia menunggu, seperti sedang mengumpulkan kekuatan untuk menghadapi nasib. Sesungguhnya dia belum pernah berpapasan dengan nasib yang sering mengejarnya. hanya bayangan-bayangan penuh kengerian yang ada di dalam benaknya tentang nasib. sukur-sukur kalo ketemu nasib baek, gimana kalo ketemunya nasib yang apes. mati gue. entah dari mana keberanian itu tiba-tiba muncul, keinginan untuk menghadapi nasibnya baik itu buruk maupun baik. setiap problematika selalu ada solusi dan dibalik setiap kesusahan selalu ada setitik kebahagiaan. Keberanian, hanya itulah satu-satunya yang dibutuhkan.

Buku Tamu Gie dan Pesbuk

Gambar
Selamat datang di bagian Penerimaan tamu.. saya Gie dengan senang menyambut anda untuk lebih mempererat hubungan emosional kita silahkan tinggalkan pesan. Jika anda memiliki account pesbuk ada baiknya add saya atau jika berkenan untuk di add silahkan tinggalkan pesan juga ^^ Just Gie  |  Create Your Badge
Gambar

Terima Kasih!

Masih Menit ke 30 ternyata.. masih ada 30 menit lagi sebelum aktivitas kabel ini berakhir. kembali ke dunia normal dimana hanya sinar matahari yang bisa menyilaukan mata. dimana hanya dingin pagi yang bisa mengigilkan badan, dimana air keran tidak perlu dikemas dan dijual. Aku tidak kenal namanya. ingin berkenalan, namun akan sangat naif ketika aku melihat tulisanku yang baru saja aku buat. lalu, aku putuskan untuk membuat satu tulisan lagi yang berisi rasa terima kasihku pada penjaga warnet itu! yang telah mengajarkanku sedikit ilmu dengan muka bertekuk. mungkin, masalah yang dihadapinya begitu berat. semoga saja bebanmu berkurang sobat. kuharap kau tidak keberatan kupanggil sobat. wajahmu mungkin bertekuk tapi hangat hatimu tak bisa menipu. Jangan berpikir yang tidak-tidak.. dia laki-laki dan aku tidak sedang jatuh cinta kepadanya. Harapanku masih tetap sama.. semoga kau baca tulisan ini. maaf hanya ucapan ini yang bisa kuberikan, doakan aku juga, semoga tuhan masih memberi kesempata...